Proteksi Dan Keselamatan Radiasi Pada Tindakan Radiologi Intervensi (Sesi 3)

Fitur Keselamatan Radiasi pada Pesawat Sinar-X Intervensi

Sistem sinar-X fluoroskopi yang digunakan dalam tindakan intervensi mengharuskan personil atau staf pelaksana tindakan berada di dalam ruang dan bekerja dekat dengan sinar-X. Oleh karena itu, pelaksana tindakan memiliki potensi yang besar menerima dosis radiasi selama melaksanakan tindakan dengan radiasi.  Dosis radiasi yang diterima oleh personil pelaksana berasal dari radiasi hambur atau pun radiasi bocor.

Berkas radiasi utama yang mengenai pasien, sebagian diserap, sebagian di teruskan dan sebagian lagi dihamburkan. Radiasi yang dihamburkan oleh pasien dapat langsung terkena pada personil pelaksana, tetapi juga ada yang menghambur ke seluruh ruangan dan berpotensi dihamburkan balik setelah terkena media atau alat disekitar pasien yang dapat menghamburkan kembali (hamburan balik). Hamburan dari pasien dan hamburan balik dari media penghambur disekitar pasien ini berpotensi mengenai personil pelaksana tindakan intervensi. Selain itu, personil pelaksana tindakan juga berpotensi menerima radiasi bocor dari tabung sinar-X.

Sehingga dapat diketahui bahwa, personil yang melaksanakan tindakan intervensi itu berada dekat dengan pasien dan sinar-X. Oleh karenanya, dibutuhkan suatu sistem proteksi yang melekat pada alat sebagai fitur keselamatan radiasi yang tidak dapat dipisahkan dari sinar-X intervensi, tetapi juga peralatan proteksi radiasi yang dipakai oleh tiap individu personil pelaksana tindakan.

Fitur keselamatan radiasi yang melekat pada alat sinar-X intervensi diantaranya adalah:

1. Tabir kaca Pb

Tabir kaca Pb atau layar plastik Pb adalah penahan radiasi yang terbuat dari kaca atau sejenisnya yang memiliki ekivalensi dengan ketebalan timbal tertentu. Pada peralatan intervensi, tabir kaca Pb yang didisain mudah dipindahkan sehingga mudah digunakan, dan posisinya menggantung dan ditempatkan antara pasien dan personil pelaksana tindakan untuk melindungi mata dan tiroid personil dari hamburan radiasi pasien. Sebagian besar tabir kaca Pb dilengkapi dengan potongan timbal yang ada di bawah tabir kaca Pb untuk perlindungan tubuh operator. Alat ini dapat digunakan di ruangan yang steril.

Gambar 7. Tabir kaca Pb dapat digunakan pada ruangan steril

 

Pada tabir kaca Pb juga diperoleh informasi mengenai ketebalan ekivalen timbal, dan tegangan tabung maksimum (kVp) yang dapat dicapai pada ketebalan tersebut.

Gambar 8. Tabir kaca Pb harus diberi tanda ketebalan ekivalen timbal

 


Gambar 9. Pemakaian tabir kaca Pb selama tindakan intervensi

 

2.      Tirai Meja Pb

Tirai meja Pb merupakan alat proteksi yang berguna untuk melindungi kaki, tangan dan tubuh selama tindakan karena posisi tabung sinar-X ada di bawah meja pasien. Pada posisi tabung seperti itu, hamburan balik radiasi dari pasien hampir sebagian besar di bawah meja sehingga tubuh bagian bawah operator seperti kaki harus memiliki pelindung ekstra.

Gambar 10. Tirai meja Pb untuk melindungi personil dari radiasi hambur dan bocor

Tirai meja Pb ini dapat di atur penggunaanya menyasuaikan dengan posisi personil saat melaksanakan tindakan yang umumnya berada di sebelah kanan meja pasien.

3.      Indikator Dosis pada layar monitor

Dengan kemajuan teknologi, untuk memberi peringatan dan tanda besarnya radiasi bagi personil yang bekerja dan pasien maka di buatlah suatu indikator dosis yang di pasang di peralatan sinar-X sebagai bagian dari peralatan tersebut. Indikator dosis dapat berupa audio dan visual.

Bentuk audio, ada bunyi setelah radiasi “on” dalam waktu tertentu (tiap 5 menit). Bentuk visual, ada tampilan besarnya nilai dosis atau laju dosis yang diidentifikasi dalam suatu besaran tertentu dari radiasi yang mudah diukur dan memiliki link dengan dosis pasien, misal: laju kerma, kerma total, kerma area product (KAP), Computed Tomography Dose Index (CTDI), entrance skin exposure (ESE), dan average glandular dose (AGD).

Gambar 11. Bentuk Indikator dosis pada pesawat sinar-X angiografi


Pustaka

LihatTutupKomentar